Ganti Pilihanmu Sekarang!

Misalkan kita sedang ada di sebuah kuis televisi swasta terkenal dan kita ada di suatu babak dalam kuis tersebut dimana kita diminta untuk memilih satu dari tiga tirai. Dari ketiga tirai tersebut satu berisi hadiah mobil mewah (harganya satu miliar rupiah, misalkan aja :p) dan dua lainnya berisi zonk (bayangin isinya kambing yang udah tua :p). “Silakan memilih salah satu tirai” sang pembawa acara menawarkan kepada kita. Kita memalingkan pandangan ke arah penonton. “Nomor satu!” salah satu teman terbaik kita berkata. “Iya, pilih nomor satu aja!” teman kita yang satu lagi menimpali. “Saya pilih tirai nomor satu!” kita berkata ke sang pembawa acara. “Anda yakin?” sang pembawa acara bertanya. Kita yang ngerasa sangat yakin dengan pilihan pun menjawab “Saya yakin!”. Sang pembawa acara yang pastinya mengetahui isi dari ketiga tirai tersebut akhirnya berkata “Baiklah, sekarang mari kita buka tirai lainnya!”, sembari membuka tirai nomor tiga. Ternyata tirai tiga adalah zonk! Isinya seekor kambing. “Wah anda beruntung tidak memilih tirai nomor tiga” sang pembawa acara berkata. “Apakah anda ingin mengganti pilihan tirai anda?” dengan raut muka yang baik hati sang pembawa acara memberikan tawaran kepada kita. “Hmmm…” kita berpikir dengan serius. Haruskah kita mengganti pilihan kita?

Ya! Kita sebaiknya mengganti pilihan kita. Dalam hal contoh diatas kita sebaiknya mengganti pilihan tirai kita menjadi tirai dua, karena kemungkinan untuk memenangkan mobil lebih besar. Loh kok bisa? Bukannya kemungkinan untuk menang mobil di tirai dua dan tirai satu sama besarnya? Salah.

Jika kita tetap pada pendirian kita, kemungkinan untuk memenangkan mobil adalah 1/3, sedangkan jika kita mengganti pilihan tirai kita maka kemungkinan untuk memenangkan mobil adalah 2/3, 2/3 tentunya lebih besar daripada 1/3 bukan?. Eh tunggu, itu kenapa ada angka tiga? Bukannya sisa tirainya cuman dua? Berarti kemungkinan keduanya cuman 1/2 dong? Salah.

Sekarang coba kita ganti jumlah tirainya. Misalkan sekarang ada 1000 tirai, dan salah satunya berisi mobil mewah serta kapal pesiar (misalkan aja sih :p) sedangkan 999 lainnya berisi zonk (bayangin kambing aja deh ya biar gampang). Misalkan kita memilih tirai nomor 1 (bisa tirai nomor berapapun sebenarnya) dan sang pembawa acara membuka 998 tirai lainnya dan ternyata semuanya berisi kambing. Tirai yang tersisa hanya tinggal tirai nomor 1 yang tadi kita pilih dan satu tirai lain, misalkan tirai nomor 696. Tentunya kita ingin mengganti pilihan kita kan? Pasti dong, karena pilihan pertama kita tadi kemungkinan menangnya hanya 1 dari 1000 sedangkan tirai nomor 696 kemungkinan menangnya lebih tinggi (999 dari 1000).

Permasalahan ini dinamakan “Monty Hall problem” (http://en.wikipedia.org/wiki/Monty_Hall_problem iya, ini pake sumber wikipedia, problem? :p). Pertama kali aku kenal soal ini pas jaman kuliah, mata kuliah Matematika Diskrit, salah satu “dafuq” momen pas kuliah, karena pas ditunjukin solusi perhitungannya aku berkata dalam hati “njir bisa gitu” hahaha.

Elizabeth Loftus mengatakan bahwa “What we believe with all our hearts is not necessarily the truth”. Hey, kita percaya banget pada pilihan kita yang pertama, tapi apakah itu pilihan terbaik?. Terkadang kita perlu berpikir sejenak dan merenungi pilihan-pilihan kita dalam hidup. Jika kita diberikan kesempatan untuk mengubah pilihan dan pilihan lain yang akan kita pilih itu setelah kita pikirkan secara matang akan membawa kita kearah lebih baik, kenapa nggak mengubah pilihan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s